Rampai-Rampai Esai Budaya Karya Ramon Damora

Penulis : Ramon Damora

Editor : Fatih Muftih

Desain kover : Dobstudio20

Penata Isi : Dobby Fachrizal

Penerbit : Lingkaran

Distributor : Lingkaran Space

ISBN: Dalam proses

Tebal : 225 halaman

Dimensi : 14 x 19 cm

Sampul : Softcofer

Menulis buku bagi seorang wartawan bukanlah setakat kebiasaan, melainkan kewajiban moral. Wartawan menulis agar jejak waktu tak cuma terekam sebagai tajuk yang cepat pudar, tetapi sebagai ingatan yang bisa dirujuk, diperdebatkan, dan direnungkan. Buku ini lahir dari kegelisahan itu, agar esai-esai yang sebelumnya tersebar kini memiliki wadah yang tenang. Menulis buku adalah cara wartawan memberi tubuh pada gagasan, dan wartawan yang baik harus berani memberi tubuh pada kata-katanya sendiri.

lbert Camus pun menulis dalam Notebooks: “A writer who stops writing loses not only his vocation but also his connection to the world.” Seorang penulis yang berhenti menulis akan kehilangan panggilan, sekaligus kehilangan hubungan dengan dunia. Saya percaya itu juga berlaku bagi wartawan. Diam terlalu lama membuat akal mengapur, bahkan menimbulkan rasa asing di tengah kebisingan yang justru pernah ia liput.

Maka, buku ini —Gurindam Kosmopolitan— adalah ikhtiar keluar dari diam. Sebuah usaha melanjutkan percakapan panjang antara tradisi dan dunia modern. Saya menulis lagi bukan karena merasa sudah selesai, tetapi karena masih perlu belajar dan mencari. Bukankah menulis buku adalah cara paling serius untuk berurusan dengan realitas?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *